Banyak fasilitas, satu rekam medis terpadu. Tanpa perlu tim IT sendiri.
Cukup WellMed. Ratusan pasien per hari, satu catatan terbaca lintas fasilitas, infrastruktur kami kelola di bawah SLA tertulis — layanan tetap berjalan tanpa Anda membangun unit/divisi IT internal.
Periksa dulu, percaya kemudian.
Setiap baris di bawah bisa Anda verifikasi sendiri, hari ini, tanpa bertanya kepada kami.
Data, kunci enkripsi, dan binary aplikasi adalah milik Anda. Jika suatu saat ada masalah — apa pun bentuknya — kode dan data sudah di-escrow, jalur keluar terdokumentasi, ekspor dalam format terbuka. Ini tertulis di kontrak, bukan di brosur.
Empat komitmen yang biasanya tidak ada di RFP.
Di sinilah kami sengaja menyimpang dari pola pengadaan biasa — untuk keuntungan Anda. Inti dari proposal kami:
“Sudah kami terima” tidak menjalankan puskesmas. Window penyelesaian per tingkat keparahan, kredit layanan bila meleset, komitmen 5 tahun — tertulis.
Kami berkomitmen pada penyelesaian karena kami mengelola infrastrukturnya — lima tahun berjalan di cloud yang melayani beban kesehatan nyata.
Penskalaan mengikuti beban layanan — hemat sekitar 63% dibanding kapasitas selalu-menyala.
Infrastruktur, data, dan binary tetap milik Anda meski vendor berganti. Kesinambungan layanan publik tidak boleh bergantung pada satu perusahaan — termasuk kami.
Satu pasien, satu catatan — di fasilitas mana pun.
Rekam medis longitudinal yang sama terbaca di setiap puskesmas dan klinik dalam jaringan: riwayat, alergi, resep, hasil pemeriksaan. Pasien pindah fasilitas, catatannya ikut. Registri dan pemantauan per unit menunjukkan fasilitas mana yang mengeksekusi — bukan sekadar melapor.
Dan semua itu berjalan tanpa unit IT internal — dikelola, dipantau, dan diperbarui di bawah SLA yang sama.
Dari data menjadi tindakan, secara real-time.
Kokpit kesehatan kota: deteksi klaster — misalnya DBD — saat terbentuk, lalu peringatan dan tindakan spesifik ke fasilitas terkait. Bukan dashboard pasif yang dibaca sebulan sekali. Cakupan ILP per layanan dan per wilayah terlihat di layar yang sama.
Kalibrasi skala kota dan pratinjau lengkapnya ada di proposal.
20 Juni 2024, PDNS 2: ransomware melumpuhkan 282 instansi; hanya sebagian kecil pulih cepat — cadangan tidak memadai.
Pelajarannya netral dan berlaku untuk siapa pun, termasuk kami: yang melindungi kesinambungan layanan bukan lokasi server, melainkan disiplin operasional di bawah SLA — cadangan teruji, pemulihan terlatih, tanggung jawab tertulis.
Sumber: CNN Indonesia, 5 Juli 2024 — dikutip sebagai pelajaran umum, bukan penilaian atas instansi mana pun.Kenapa “tanpa tim IT” bukan janji kosong.
Karena pekerjaan tim IT-nya sudah dikerjakan — di dalam sistem, di bawah audit.
Proposal — untuk diteruskan.
Empat komitmen dengan dasar hitungnya, proses implementasi bertahap, SLA dan kepemilikan data setingkat kontrak, kalibrasi skala kota, dan pratinjau Control Tower beranotasi — dalam format yang bisa langsung Anda teruskan ke pimpinan.